welcome to my blog
Senin, 25 Februari 2019
Selasa, 19 Februari 2019
ujian 4
motivasi saya menuntut ilmu itu tiada batas nya,jangan pernah lelah untuk menuntut ilmu.
pesan saya hormatilah yang lebih tua dari mu,dan hargailah.ilmu itu tidak mudah untuk kita dapat kan,,,,
kesan saya jika kita gagal jangan pernah putus asa,terus berjuang,,,
Kamis, 31 Januari 2019
budidaya jamur
Cara budidaya jamur tiram
Budidaya jamur tiram sangat cocok untuk daerah beriklim tropis
seperti Indonesia. Investasi yang dibutuhkan untuk memulai udaha
budidaya jamur tiram cukup murah dan bisa dilakukan bertahap. Bagian
tersulit adalah membuat baglog, media tanam yang telah diinokulaikan
dengan bibit jamur.
Nama latin jamur tiram adalah Pleurotus ostreatus, termasuk dalam kelompok Basidiomycota.
Disebut jamur tiram karena bentuk tajuknya menyerupai kulit tiram.
Berwarna putih berbentuk setengah lingkaran. Di alam bebas, jamur tiram
putih biasa ditemukan pada batang-batang kayu yang sudah lapuk. Mungkin
karena itu, jamur tiram sering disebut jamur kayu.
Ada dua kegiatan utama dalam budidaya jamur tiram. Tahap pertama
adalah membuat media tanam dan menginokulasikan bibit jamur ke dalam
media tanam tersebut. Sehingga media ditumbuhi miselium berwarna putih
seperti kapas. Tahap kedua adalah menumbuhkan miselium tersebut menjadi
badan buah.
Untuk pendatang baru, biasanya memulai kegiatan budidaya dengan
menumbuhkan baglog menjadi daging buah. Sementara pengadaan, baglog yang
siap tumbuh didapat dengan membeli dari pihak lain. Kemudian setelah
usaha budidayanya berkembang dan volumenya banyak, baru mencoba membuat
baglog sendiri.
Dalam tulisan ini akan, saya akan mengulas langkah yang harus dipersiapkan untuk memulai budidaya jamur tiram putih.
Menyiapkan kumbung
Kumbung atau rumah jamur adalah tempat untuk merawat baglog dan
menumbuhkan jamur. Kumbung biasanya berupa sebuah bangunan, yang diisi
rak-rak untuk meletakkan baglog. Bangunan tersebut harus memiliki
kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembaban.
Kumbung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung bisa
dibuat dari gedek atau papan. Atapnya dari genteng atau sirap. Jangan
menggunakan atap asbes atau seng, karena atap tersebut akan mendatangkan
panas. Sedangkan bagian lantainya sebaiknya tidak diplester. Agar air
yang digunakan untuk menyiram jamur bisa meresap.
Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat
bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog. Rangka rak
bisa dibuat dari bambu atau kayu. Rak diletakkan berjajar. Antara rak
satu dengan yang lain dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.
Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm,
rak bisa dibuat 2-3 tingkat. Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak
1 meter. Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog.
Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Sebelum baglog dimasukkan kedalam kumbung, sebaiknya lakukan persiapan terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
- Bersihkan kumbung dan rak-rak untuk menyimpan baglog dari kotoran.
- Lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung. Diamkan selama 2 hari, sebelum baglog dimasukkan ke dalam kumbung.
- Setelah bau obat hilang, masukkan baglog yang sudah siap untuk ditumbuhkan. Seluruh permukaannya sudah tertutupi serabut putih.
Menyiapkan baglog
Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram.
Bahan utama baglog adalah serbuk gergaji, karena jamur tiram termasuk
jamur kayu. Baglog dibungkus plastik berbentuk silinder, dimana salah
satu ujungnya diberi lubang. Pada lubang tersebut jamur tiram akan
tumbuh menyembul keluar.
Pada usaha budidaya jamur tiram skala besar, petani jamur biasanya
membuat baglog sendiri. Namun bagi petani pemula, atau petani dengan
modal terbatas biasanya baglog dibeli dari pihak lain. Sehingga petani
bisa fokus menjalankan usaha budidaya.
Saat ini, baglog jamur tiram yang berbobot sekitar 1 kg dijual dengan
harga Rp. 2.000-2.500. Adapun bila ingin membuat sendiri silahkan baca
cara membuat baglog jamur tiram.
Cara merawat baglog
Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas. Dan secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.Kedua cara ini memiliki kelebihan masing. Baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog. Selain itu, untuk melakukan pemanenan lebih mudah. Hanya saja, penyusunan horizontal lebih menyita ruang.

Berikut cara-cara perawatan budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:
- Sebelum baglog disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog. Kemudian diamkan kurang lebih 5 hari. Bila lantai terbuat dari tanah lakukan penyiraman untuk menambah kelembaban.
- Setelah itu, potong ujung baglog untuk memberikan ruang pertumbuhan lebih lebar. Biarkan selama 3 hari jangan dulu disiram. Penyiraman cukup pada lantai saja.
- Lakukan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman sebaiknya membentuk kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin sempurna pengabutan semakin baik. Frekuensi penyiraman 2-3 kali sehari, tergantung suhu dan kelembaban kumbung. Jaga suhu pada kisaran 16-24oC.
Panen budidaya jamur tiram
Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna
dengan miselium, biasanya dalam 1-2 minggu sejak pembukaan tutup baglog,
jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen. Baglog jamur bisa dipanen
5-8 kali, bila perawatannya baik. Baglog yang memiliki bobot sekitar 1
kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog
dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos.
Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar.
Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing. Namun tudungnya
belum pecah warnanya masih putih bersih. Bila masa panen lewat setengah
hari saja maka warna menjadi agak kuning kecoklatan dan tudungnya pecah.
Bila sudah seperti ini, jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama.
Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.
Kamis, 17 Januari 2019
Cara Menjaga Lingkungan Hidup
Usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup
merupakan tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini, usaha pelestarian
lingkungan hidup tidak hanya merupakan tanggung jawab pemerintah saja,
melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dengan masyarakat.
Pada pelaksanaannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan
yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi aparat pemerintah dan
masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan hidup.
Beberapa kebijakan yang telah
dikeluarkan pemerintah tersebut, antara lain meliputi hal-hal berikut
ini. 1. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan- Ketentuan
Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2. Surat Keputusan Menteri
Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan Beracun
dan Berbahaya di Perusahaan Industri. 3. Peraturan Pemerintah (PP)
Indonesia Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup. 4. Pembentukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
pada tahun 1991. Selain itu, usaha-usaha pelestarian lingkungan hidup
dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini :
- Melakukan pengolahan tanah sesuai kondisi dan kemampuan lahan, serta mengatur sistem irigasi atau drainase sehingga aliran air tidak tergenang.
- Memberikan perlakuan khusus kepada limbah, seperti diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, agar tidak mencemari lingkungan.
- Melakukan reboisasi pada lahan-lahan yang kritis, tandus dan gundul, serta melakukan sistem tebang pilih atau tebang tanam agar kelestarian hutan, sumber air kawasan pesisir/pantai, dan fauna yang ada di dalamnya dapat terjaga.
- Menciptakan dan menggunakan barang-barang hasil industri yang ramah lingkungan.
- Melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap perilaku para pemegang Hak Pengusahaan Hutan (HPH) agar tidak mengeksploitasi hutan secara besar-besaran.
Sementara itu, sebagai seorang pelajar
apa upaya yang dapat kalian lakukan dalam usaha pelestarian lingkungan
hidup? Beberapa hal yang dapat kalian lakukan sebagai bentuk upaya
pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut:
- Menghemat penggunaan kertas dan pensil,
- Membuang sampah pada tempatnya,
- Memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang,
- Menghemat penggunaan listrik, air, dan BBM, serta,
- Menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan rumah tinggal.
Disamping itu usaha pelestarian
lingkungan hidup ini harus dimulai dari setiap individu dengan
menitikberatkan pada kesadaran akan pentingnya lingkungan bagi kehidupan
manusia dan pelestarian alam.
Langganan:
Postingan (Atom)


